Senin, 10 Maret 2014

Penjelasan tentang Proposisi, Implikasi, dan Inferensi



A.    Proposisi
Proposisi adalah kalimata pernyataan yang dapat digunakan sebagai data atau suatu ekspresi verbal dari keputusan yang berisi pengakuan atau pengingkaran sesuatu predikat terhadap suatu yang lain, yang dapat dinilai bener atau salah. Jenis-jenis proposisi terbagimenjadi 4 bagian :
1.      Proposisi berdasarkan Bentuk :
a.       Proposisi tunggal adalah proposisi yang memiliki 1 subjek dan 1 predikat.
Contoh : Adi bermain.
b.      Proposisi majemuk adalah proposisi yang memiliki 1 subjek dan lebih dari 1 predikat.
Contoh : Intan belajar matematika dan fisika di kamar.
2.      Proposisi berdasarkan Sifat :
a.       Proposisi Kategorial adalah proposisi dimana hubungan antara subyek dan predikatnya mempunyai syarat apapun
Contoh : Setiap pengendara motor harus memakai helem.
b.      Proposisi kondisional adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu.
Contoh : Jika dede lulus sidang makan dia akan mengadakan syukuran di rumahnya.
3.      Proposisi berdasarkan kualitas:
a.       Proporsisi positif, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.
Contoh : Semua jerapah berleher panjang.
b.      Proporsisi negatif, yaitu proporsisi dimana predikatnya menolak atau tidak mendukung subjeknya.
Contoh : Tidak ada burung yang berkaki empat.
4.      proporsisi berdasarkan kuantitas:
a.       Proporsisi universal, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau mengingkari semua.
Contoh : Semua pengendara motor di Indonesia mememiliki SIM.
b.      Proporsisi spesifik / khusus, yaitu proporsisi yang predikatnya membenarkan sebagian subjek.
Contoh : Tidak semua siswa/i  pintar dalam pelajaran.

B.    Implikasi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
1.      Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2.      implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Secara umum implikasi adalah sesuatu yang ada karena sudah adanya rangkuman yang berisi fakta – fakta yang berasal dari data yang sudah dikumpulkan. 
Contoh kalimat Implikasi


a.       Hari ini matahari bersinar terang benderang sejak pagi.
b.      Alat pengukur panas di Kemayoran memperlihatkan angka tiga puluh lima derajat Celsius.
c.       Semua makanan yang dihidangkan itu habis dimakannya.
d.      Anak itu harus dipersalahkan karena ialah yang lebih dahulu mengganggu kawannya.

C.    Inferensi
Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar. Kesimpulan yang ditarik juga disebut sebagai idiomatik. Hukum valid inference dipelajari dalam bidang logika. Proses di mana kesimpulan disimpulkan dari pengamatan beberapa disebut penalaran induktif . Kesimpulannya mungkin benar atau salah, atau benar dalam tingkat tertentu akurasi, atau yang benar dalam situasi tertentu. Kesimpulan disimpulkan dari pengamatan beberapa dapat diuji oleh pengamatan tambahan.
Secara umun inferensi adalah suatu proses unutk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui.
Contoh inferensi
Catatan: tidak ada definisi inferensi deduktif telah ditawarkan. definisi yang ditawarkan adalah untuk inferensi INDUKTIF.
1.      Filsuf Yunani didefinisikan sejumlah silogisme , bagian tiga kesimpulan yang benar, yang dapat digunakan sebagai blok bangunan untuk penalaran yang lebih kompleks. Kita mulai dengan yang paling terkenal dari mereka semua:
a.       Semua manusia fana
b.      Socrates adalah seorang pria
c.       Oleh karena itu, Sokrates adalah fana.
2.      Validitas kesimpulan tergantung pada bentuk kesimpulan. Artinya, kata “berlaku” tidak mengacu pada kebenaran atau kesimpulan tempat, melainkan dengan bentuk kesimpulan. Inferensi dapat berlaku bahkan jika bagian yang palsu, dan dapat tidak valid bahkan jika bagian-bagian yang benar. Tapi bentuk yang valid dengan premis-premis yang benar akan selalu memiliki kesimpulan yang benar. Sebagai contoh, perhatikan bentuk berikut symbological trek:
a.       Semua apel biru.
b.      Pisang adalah apel.
c.       Oleh karena itu, pisang berwarna biru.
                  http://yanzehsan.wordpress.com/2012/02/16/inferensi/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar